Nightmare…

Malam semakin larut, senyap di sekitarnya. apakah yg akan berlaku bagi seorang lelaki pada saat seperti ini, duduk di beranda dengan segelas kopi instan, tiga kursi kosong berjejer, tak ada kawan bercerita. Sedangkan riuh perlahan meninggalkan sunyi, nyanyian jangkrik seolah lebih berharap dari lagu “munajat cinta” si Ahmad Dani. Beginikah harusnya dia menikmati hidup?

Dia bukannya kecewa dengan jalan hidupnya namun akalnya serasa mati, bagaimanapun jua saat ini adalah keputusan final. tak kan berubah menurutnya. lelaki dilahirkan tuk patuh pada ucapannya, pada janjinya.

Dihembuskanlah nafasnya…uh ada perasaan lega menyelimutinya. Pandangannya menerawang sekeliling, masih sunyi.

“Wahai malam kau tak bisa menjebakku dalam sepi…” dia pun bangkit dan memutuskan…

” aku kan berkhidmat untuknya….!!!”

No Comments Yet »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

You must be logged in to post a comment.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.